Belajar Ikhlas~

by - Selasa, Maret 27, 2018

Belakangan ini kerjaan saya lagi berkurang karena sudah ada 2 orang baru yang membantu. Jadi mulai bisa ngeblog lagi, browsing-browsing nyantai dan nyari referensi menu untuk Arsyila MPASI. Horeeeey!! tapi blog ini gak ada hubungannya sama MPASI seperti 2 blog sebelumnya. justru ini berhubungan sama kehilangan dompet waktu di Singapore kemarin.

Baca juga " Traveling to Singapore : Gardens By The Bay "

Kalau di tanya, gimana perasaannya? yaah lemes sampe nangis, marah, nyesel, kesel. etc!
Ternyata setahun yang lalu, di hari yang sama facebook mengingatkan bahwa saya juga pernah ngalamin hal yang hampir mirip.


Ujian yang Allah kasih sama saya itu masih sama. Mungkin Allah mau tau, apakah saya masih bisa ikhlas atau masih saja sulit untuk mengikhlaskan? Ini sih pikiran positif saya aja.

Efek dari kehilangan dompet, kami tidak bisa membawa banyak oleh-oleh. walapun telepon mertua ngabarin kalau kami habis kena musibah. dengan sigapnya dia langsung memberikan tawaran transfer. tapi kami menolak karena memang masih punya tabungan. Lalu sempat berfikir, kalau ikhlas kan katanya di ganti berkali-kali lipat. tapi dari mana coba? pfft.. saat itu saya hanya mikir, tidak ada rezeki lain selain dari gajian dan lemburan suami. 


Sampai Jakarta sebagian orang bilang kami kurang beramal, bersedekah dll. yaah, biarlah mereka dengan pikiran mereka masing-masing. mungkin memang benar, sedekah kami kurang banyak. Jadinya di tegur sama Allah. Mengintropeksi diri.

Ketika perasaan ikhlas itu benar-benar sudah datang dari hati kami. tak lagi ada rasa penyesalan, bahkan tak berharap nantinya akan dapat berkali lipat. Tapi rezeki itu datang dari hal yang tidak terduga. bahkan tidak pernah ada di pikiran kami.

Pertama, tiba-tiba ex manager finance main ke kantor lalu ngobrol dengan saya. dia minta tolong di buatkan website untuk perusahaan suaminya. kemudian bilang, tenang aja. nanti gue bayar kok. hoaaaah! semangaat lah~ sampai blog sendiri aja ga keurus. heeee..

Kedua, suami dapet kabar bahwa PO software yang dia bikin di ACC sama management PT. Samsung! bahkan kami lupa kapan ngirim itu PO yaa? sepertinya waktu saya masih hamil. halah itu mah udah lama banget. malah dari banyaknya vendor rasanya mustahil kami yang perorangan bisa menangin tender. tapi ya Alhamdulillah akhirnya project gol juga. langsung beli tiket pesawat ke Bali. berangkatnya? rahasia. yeay. traveling again!

Ketiga, project software di PT. GAP juga baru di ACC. padahal proses negosiasi sudah dari kapan tau. sampai mikir, paling gak di ACC. tapi nyatanya akhir bulan ini invoicenya cair.

Keempat, suami lagi lembur mulu kadang hari libur masuk. kadang pulang jam 1 malam.  pernah juga jam 5 pagi udah berangkat ngantor. bikin istrinya cemberut aja.  tapi begitu di kasih uang lemburannya jadi happy happy aja. haha. apalagi di ajak makan hanamasa. yummy~ kalau gitu sering-sering aja lembur. eh? hehe

Tungitungitung,, ternyata benar lho. gantinya berkali-kali lipat dari yang kehilangan kemarin. Bersyukur bersyukur dan bersyukur. Alhamdulillah~

Percaya saja bahwa pertolongan Allah itu benar adanya!

Ikhlaskan saja, jika memang bukan milikmu. Mencari dan menyesal sekuat apapun juga kalau memang bukan rezeki. yaah mau gimana lagi? ya kan? tapi tetap berusaha dan berdoa!

Thanks for reading

Love, Tari

You May Also Like

0 comments